Cita-Cita

Kita tentu tidak asing dengan cita-cita, namun sayang apakah kita masih punya cita-cita sampai sekarang? Kita sendiri yang tau jawabannya.
Pada masa kecil, ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar dengan lantang kita menyebutkan cita-cita kita. Ada yang pengen jadi Dokter, polisi, tentara, guru dan hampir tidak ada yang bercita-cita sebagai petani.
Namun berkembangnya usia cita-cita mulai luntur dengan sendirinya. Ketika SMP dan SMA hanya beberapa orang saja yang berani menyebutkan cita-cita nya pengen jadi apa. Kebanyakan dari mereka apabila ditanya perihal cita-cita mereka hanya menjawab “mau menjadi orang yang berguna bagi nusa dang bangsa” dan ada lagi yang mengatakan “mau masuk surga”.
Kedua cita-cita tersebut tidak salah, namun kurang tepat menurut saya. Sebab ketida ada anak SMA yang menjawab “Cita-cita saya mau masuk surga” kemudian saya berikan pertanyaan, apakah kamu mau menjadi seorang pemulung yang masuk surga? Mereka menggeleng.
Menurut saya, dua hal di atas bukanlah cita-cita namun adalah tujuan dari hidup kita dengan kata lain memang wajib ada bagi kita dan menjadi keharusan. Cita-cita disini adalah sesuatu yang akan kita lakukan kedepan. Makanya mulai sekarang walaupun umur kita sudah kepala 2 ataupun kepala 3 bahkan kepala 4,5 dan seterusnya jangan lah malu untuk bercita-cita.
Apabila saya yang ditanya apa cita-cita saya, saya menjawab saya mau jadi seorang profesor dan jadi seorang menteri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s