Sedia Payung Sebelum Hujan

Sedia Payung Sebelum Hujan

Oleh: hadi Purwanto, S.Pd.I

Guru MIN Roham Raya, Batola

Bangunan bangunan liar memang sudah semestinya untuk ditertibkan, karena telah menempati tanah yang bukan milknya dan pastinya akan merusak tatanan kota. Tidak itu saja bangunan liar yang semerawut juga akan mengganggu kenyamanan tempat-tempat umum.

Namun sering kali terjadi kericuhan pada saat pelaksanaan penertiban. Hal ini dikerenakan pelaksanaan penertiban dianggap merugikan pemilik bangunan yang telah menjadi tempat hunian ataupun lahan usaha mereka. Kebanyakan Para pemilik bangunan liar sudah beranggapan bahawa bangunan tersebut sudah resmi miliknya karena sudah dihuni tahunan bahkan luluhan tahun walaupun sebenarnya lahan yang ditempati adalah jalur hijau atau tanah pemerintah.

Melihat dua kenyataan tersebut bak simalakama, ditertibkan salah namun lebih salah lagi kalau tidak ditertibkan. Dalam hal ini peran pemerintah melalui dinas terkait lah yang harus lebih extra ketat mengontrol lahan-lahan yang dapat ditempati bangunan liar nantinya, ataupun pemilik tanah sah yang membari tanda atau mengelola tanahnya supaya tidak terlihat lahan kosong (tak terpakai).

Dengan kata lain, hal ini berarati sama dengan sedia payung sebelum hujan yang artinya kita menertibakan dulu sebelum bangunan-bangunan liar itu dibangun. Sehingga nantinya tidak adalagi kesalahpahaman yang mengakibatkan bentrokkan yang tidak kita inginkan.

diterbitkan oleh BanjarmasinPost “Mereka Bicara” pada hari senin 24 Sept 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s